Saturday, July 16, 2011

"Illiya."

Illiya hanya berhenti berjalan. Matanya masih menatap ke depan. Tidak mau repot melihat ke belakang.

"Berjalanlah sendiri. Jangan ikuti aku. Ikuti saja mereka. Kau lebih baik dari mereka."

.

Dan ia berjalan pergi.

.

Mai hanya bisa menatap punggung Illiya. Menatap saja. Tidak sanggup lagi mengejar. Meski kakinya mengamuk ingin berlari.

.

Dan perlahan ia mati. Karena mataharinya pergi. Karena ia tidak bisa jadi matahari bagi dirinya sendiri. Karena ia masih terlalu kecil untuk bisa mengalahkan semua matahari di sekelilingnya.

.

Karena yang ia butuhkan cuma satu.

.

Illiya ada di depannya. Berjalan mantap di jalannya. Menyinari jalan yang ia buat sendiri.

.

Karena matahari tidak muncul dengan sendirinya.

Tuesday, July 12, 2011

Satu Hari di Inferno

Disclaimer : Masami Kurumada

Warning : OOCness.

.

Mawar merah. Membara. Kontras dengan birunya langit.

Tenggelam dalam gelapnya malam.


.

Minos tidak bisa bosan menatap Albafica. Saint Pisces yang satu itu, yang berambut biru langit, yang wajahnya cantik bukan kepalang, yang tidak seperti reinkarnasinya duaratus tahun kemudian.

Minos mabuk kepayang dibuatnya.

Ingin rasanya ia memanipulasi sendi-sendi Albafica, membuatnya menari-nari di tengah ladang mawar yang sengaja dibuat oleh Minos, membuatnya miliknya.

Boneka satu-satunya.

Menyimpannya di rumah kaca, menghentikan waktunya, memekarkannya lain waktu.

.

Tapi lebih menyenangkan melihat bunga itu berjuang sendiri untuk mekar, 'kan? Karena hasilnya juga lebih indah. Seperti Albafica.

.

"Minos, ngapain melamun begitu. Cepat kerjakan tugasmu sebagai Hakim yang benar. Itu antrian menggunung," sindir Aiacos. Ia tahu benar siapa yang dilihat Minos. Mantan Saint yang sedang asyik duduk melamun di ujung tangga kuil besar tempat penghakiman.

"Aiacos, jangan ganggu Minos. Nanti juga kerjaannya beres. Biarin aja dia," Rhadamanthys menyarankan.

"Hahaha. Dasar yang lagi ja-tuh cin-ta!" seru Aiacos girang.

Minos tersenyum licik.

Aiacos merinding takut melihat senyum dadakan Minos.

Rhadamanthys mendengus melihat ulah dua temannya.

.

Bisa dipastikan hari ini Inferno ramai oleh teriakan minta ampun Aiacos dan tawa jahat Minos.

Saturday, July 9, 2011

Today :

1. Tidur jam 3 gara-gara keasyikan ngelantur di tumblr

2. Bangun jam 5 (setengah sadar) buat nyabut batere kamera yang dicharge sebelum tidur, terus tidur lagi.

3. Bangun jam 9an, setengah sadar, sarapan, terus mandi.

4. Eh, udah cantik-cantik mau pergi (janjian awalnya sih jam 10), terus diundur jadi jam 2. Ya udah deh, belanja dulu ke Griya.

5. Beres belanja, pulang, pas mau belok kanan ke sarijadi, ga dikasih jalan dong sama bapak-bapak berkacamata hitam dengan potongan muka jadul. Hih! Akhirnya malah muteeer ke pasteur dulu.

*sebenernya sih emang ga becus aja nyetirnya

6. Duduk manja di laptop, ngelantur lagi di tumblr, terus pergi ke Ciwalk.

7. Kejebak macet. Rute rumah--Ciwalk : Rumah-Sarijadi-Setrasari-Sukajadi-Sederhana-Cipaganti-Cihampelas-Ciwalk.

8. Di Ciwalk dapet parkir nun jauh di atas. Wuuush.

9. Makan di Tree House. Eh, ada mas-mas Kepo.

10. Nonton Insidious. Histeris sendirian.

11. Salah pijit tombol di mesin fotobox, jadi salah cetak.

12. Cabut ke Mesjid Gaul. Terus mager. Pami pulang.

13. Ke Kartika Sari. Makan. Aiya pulang.

14. Ngelantur berdua sama Sapy. Sampe tokonya mau tutup. Kebiasaan deh baru pulang kalo udah pada beberes.

15. Sekarang, duduk manja lagi di depan laptop.

Friday, July 8, 2011

Mata kelabu penuh misteri.

Rambut hitam.

Senyum polos seperti bocah.

------------------


Kurang sempurna apa?
PTT enaknya ke mana ya?