Thursday, August 12, 2010

Curhat malam-malam

Jam di pojokan kiri laptop nunjukkin angka 22.53 dan gue masih belum tidur juga, padahal besok puasa.

Oh, well, saya memang tidak puasa, tapi emangnya orang yang ga puasa ga boleh ikut sahur?
#memisuh

Ehem, yah, nge-blog malem-malem gini emang terbukti lebih mending. Biasanya kalo malem begini, topik yang diangkat buat isi postingan suka lebih bermakna. Biasanya. Tapi ya, untuk saat ini kayaknya sama-sama aja deh ya? Sama-sama labil dan galau, seperti biasa....

Hari ini gue ngga ada kerja banget. Mobil ga ada, kamar disemprot, acara TV ga ada yang rame. Pengen ke nangor ngedamri, tapi ngapain? Disana ada siapa? Ah pokoknya super useless banget.

So, jadilah gue ngobrak-ngabrik facebook, liatin notes orang-orang, foto orang-orang, dan gue menemukan sebuah foto yang bikin gue supersirik.

Ada, seorang temen SMA, yang pergi ke UK untuk ikutan kompetisi padus disana. Padus univ, bukan padus fakultas.

Juga, dari banyak teman SMA, yang unit universitasnya menggelar kegiatan-kegiatan yang superseru.

Dan saat itu juga gue berpikir, kenapa sih UNPAD mesti kepisah-pisah gini fakultasnya? Kenapa ga disatuin aja? Jadinya kan unitnya ga kepisah-pisah gini. Jadinya kan bisa main sama anak dari fakultas lain. Jadinya kan.... Jadinya kan....

Terus gue mikir, kalaupun gue ikut unit universitas yang latihannya di nangor, apa gue bisa konsisten dan tetep aktif? Ngga ada maksud sekali pun gue nyalahin jadwal di fk, tapi tetep kan? Fokus gue harus tetep ada di fk, bukan di unit universitas. UKM yang gue jalani di FK pun masih keteteran, pas brevet kemaren ngga ikutan, pas ada sumpah dokter waktu kapan gitu ga ikutan, payahpayah.

Malah rencananya gue mau ikutan CIMSA. Sebenernya sih karena gue udah ngekos aja, jadinya mau kemana-mana gampang. Yayaya.

Ah, tapi taun depan juga rencananya gue mau jadi panitia ospek. Duh, banyak banget sih kepengen gue? Apa gue ini emang orang yang gatau batas diri, atau tipe yang sengaja ikutan banyak untuk tahu segimana gue bisa (seperti apa yang selalu gue katakan pada diri gue sendiri)?

AAH! Semakin dipikir gue semakin nyesel, padahal menyesal itu sesuatu yang buang-buang waktu. Emangnya kalo nyesel doraemon bakal dateng?

Yah, pokoknya, tahun kedua ini, gue harus jadi orang yang lebih baik, dan lebih menjaga mulut dan memfilter kata-kata gue yang terbukti suka seenak jidat.

Saturday, July 31, 2010

Gue ga suka.
Menjadi seorang mahasiswa kedokteran ga berarti hebat.
Ga berarti eksklusif.
Ga berarti jadi superkeren.

Ya, mungkin kalian pikir begitu.
Dan selalu selalu dan akan selalu menyangkutpautkan kegiatan belajar yang kami lakukan dengan mayat mayat dan mayat.

"Nginep di kamar mayat."

"Beli mayat."

"Belek-belek mayat."

Ya, mungkin ada universitas lain yang seperti itu. Mungkin masih ada.
Tapi.

Setidaknya berpikirlah sedikit sebelum berbicara.

Sedikit disanjung saja.
Sedikit saya merendah saja.
Langsung melambung.
Langsung terbang.

Bukan hanya kalian, yang sudah jelas juntrungannya mau kemana, tapi kalian juga, anak-anak kecil yang berisik dan ga bisa kontrol volume suara.
Dikit-dikit keprok.
Dikit-dikit sorak.

Saya merendah, kalian hina.
Bilangnya, "merendah untuk meninggi."
Giliran saya meninggi, kalian hina.
Bilangnya, "sombong."

Saya bangga. Saya cinta. Saya suka sama jalan yang saya pilih. Saya seneng kalian mengapresiasinya.

Tapi ga pernah ada hal baik yang muncul dari sesuatu yang dilakukan secara berlebihan.
Ga pernah.

Saya emang suka main sama kalian. Saya suka sama tempat kalian berada sekarang. Saya suka, beneran. Kadang saya malah pengen ada di sana, saya pengen kembali ke sana. Siapa sih yang ngga pengen?

Tapi kalau ternyata keluarannya kayak begini mah...

Sayang banget ya, luarnya doang yang bagus. Isinya arogan semua.
Isinya manja semua.

Isinya terlalu mikir pake otak, ga sedikitpun mikir pake hati.

Sunday, July 11, 2010

Layout ba(r)u!

Aloha! Bonjour! Hahaha, layout gue yang baru sekarang ini terlihat sangat mencerminkan diri ya? Buku dan buku dan buku. Bukan berarti gue kutu buku tapinya. I just love them. Books.

Buku. Hem, sejauh gue bisa inget, temen gue dari kecil itu cuma buku. Orang tua pada kerja, kakak gue malah keasikan ngebuli-buli gue. Temen-temen TK/SD gue memandang gue sebelah mata gara-gara keterbatasan fisik gue. Ya udah.

Hahaha, tapi gue ga nyesel tuh. Dari buku gue belajar ngehayal. Dari buku gue belajar mimpi. Dari buku gue tau kalo yang namanya semut itu ada banyak jenisnya. Dari buku gue tau kalo pinguin yang nyari makan itu yang betina. Dari buku gue tau kalo Usagi Tsukino adalah Sailor Moon. Dari buku gue tau kenapa Doraemon takut sama tikus.

Eh tapi rasa suka gue ke buku mulai sedikit digeser oleh temennya, si kata-kata.

Yap, I'm loving it. Words, writing.

Dan secara ngga sadar, ujung-ujungnya, gue jatuh cinta pada tulisan sehingga gue sangat kepingin membukukan tulisan-tulisan gue itu. Hahaha. Never ending cycle :D

Writing is a socially acceptable form of schizophrenia. ~E.L. Doctorow

If there's a book you really want to read, but it hasn't been written yet, then you must write it. ~Toni Morrison

Tuesday, June 29, 2010

AADS

Bukan, ini bukan judul film fenomenal 2010. Ini hanyalah sebuah judul postingan blog ngga meaning dari seorang mahasiswa tahun pertama yang tengah dilanda rasa gelisah karena nilai yang tak kunjung keluar dan pengumuman judicium satu kapan yang tak kunjung datang.

Jadi, di hari Selasa yang sepi dan sunyi karena baba lagi ke Bogor terus bubu praktek dan si kaka di Soreang ini, gue yang sedari tadi pagi mantengin layar komputer kayak orang kesetanan sedikit ter-distract oleh suara-suara dari TV. Yak, si mak lagi nonton sinetron favoritnya bulan ini, Kami*a. Gue yang lagi main RO mau tidak mau ikut mendengarkan dialog yang diucapkan oleh para artis.

Latar belakang suatu tempat di langit sana, dengan awan-awan melayang

K : Kak Fadhil harus kuat! Kak Fadhil cinta sama Kamila kan?
F : Iya! Aku cinta sama kamu! Aku rela melakukan apa saja demi cinta kita, Kamila.
K : Kalau Kak Fadhil cinta sama Kamila, Kak Fadhil harus berjuang. Kak Fadhil harus sembuh. Kak Fadhil harus (gue ga tau lagi deh dia nyebut apa di sini). *Kamila berjalan mundur, semakin lama semakin menghilang*
F : *panik* Kamila! KAMILA! Kamila, aku akan sembuh! Aku akan berjuang demi cinta kita! Aku tidak akan melepasmu, Kamila!

Dan di titik ini gue sedikit pening.

Seriously, ada apa sih dengan sinetron di Indonesia? Baru aja gue ngeliat iklan sinetron yang judulnya "Putri yang Tertukar". Somehow, di otak gue makna frase itu adalah seorang ibu yang lagi pergi ke pasar sambil bawa anaknya terus gara-gara ga cukup uang buat beli bawang terus si anaknya dikasih ke si tukang bawang.

Makin hari judulnya makin aneeeeh aja. Terus makin absurd aja. Cinta Fitri aja sampe ada season sekian. Terus itu masih belum tamat. Terus Yang, kamu tau ga Yang, si Fitri itu ya Yang.

OH MAAAAI.

Yah, daripada pusing mikirin persinetronan negara sendiri, mendingan mikirin nilai yang belum keluar.

Adios!

Wednesday, June 9, 2010

announcement

folks, gue bakal super ga aktif deh di blog ini. haha. tapi pasti gue isi sih, meski sekali-sekali banget. hahaha.

anyway, untuk yang mau tau perkembangan kejiwaan gue yang semakin hari semakin labil saja, silakan berkunjung ke tasyatazzu.tumblr.com dan nikmati saja ke-labil-an saya disitu. XDD